Demi Kelas Masakan Tradisional Bali, Peserta Timor Leste Berkunjung Untuk Belajar Langsung di PIB College

Pulau Bali selalu punya daya tarik yang tak pernah pudar bagi para pencinta kuliner dan budaya yang kali ini terbukti dari kunjungan rombongan dari Bali Business School, yang terdiri dari peserta yang datang dari Timor Leste ke PIB College yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap budaya dan kuliner Bali terus mengalir di antara generasi muda.

Kelas masakan tradisional Bali ini digelar selama 8 minggu di Kitchen Lab kampus PIB College, School of Tourism, Digital and Creative Arts. Tidak tanggung-tanggung, selain untuk menikmati keindahan alam dan budaya, para peserta datang langsung untuk mempelajari kekayaan kuliner Bali, dengan belajar secara langsung dari Chef Sandy dan Chef Darma, dua chef profesional yang menjadi instruktur di PIB College yang memperagakan secara langsung proses dan teknik pembuatan masakan.

Acara ini menjadi lebih menarik ketika peserta diajak langsung untuk terlibat dalam proses pembuatan Ayam Betutu dan Sate Lilit.

Ayam Betutu dan Sate Lilit adalah beberapa makanan unggulan di dunia kuliner Bali, yang terkenal dengan kelezatannya berkat bahan dan bumbu yang kaya, serta cara pembuatan yang memerlukan teknik tersendiri. Untuk itu, para peserta tidak hanya diajari pengetahuan tentang rempah-rempah dan panduan bahan khas Bali, tetapi juga mendapatkan bimbingan langsung dari para Chef dan mahasiswa Program Studi Culinary Arts & Gastronomy dalam teknik pembuatan makanan tradisional Bali.

PIB College selalu berkomitmen untuk terus memperkenalkan pengetahuan tentang pariwisata, adat, dan kebudayaan Bali dengan menjadi kampus pariwisata terbaik di Bali yang memberikan tempat dan akses terbaik bagi semua orang. Dengan dedikasi yang tinggi, PIB College terus menghadirkan pengalaman edukasi yang unik dan memikat bagi semua orang yang ingin mengembangkan kemampuan diri, terutama dalam bidang kuliner dan pariwisata. Kunjungan rombongan siswa dari Timor Leste ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana edukasi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya dan tradisi, memperkaya pengalaman, serta memperluas wawasan.

Penulis: Stephanie Gunawan

post-image-1716254033433.jpg   post-image-1716254058296.jpg

post-image-1716254077001.jpg   post-image-1716254097267.jpg

post-image-1716254113302.jpg   post-image-1716254127177.jpg

post-image-1716254142606.jpg

Berita Terkait

Lihat Semua

Growbalization 2024 ; Konser Musik Bertabur Bintang

Sabtu, 18 Mei 2024

Bali Mei Daam rangka perayaan ulang tahun yang ke PIB College school of tourism digital creative arts dengan bangga mengumumkan...

Selengkapnya

Kompetisi Kuliner Bergengsi: Jeunes Talent Escoffier 2024 Kembali Diadakan di PIB College

Selasa, 07 Mei 2024

Politeknik Internasional Bali PIB College kembali terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan Jeunnes Talents Escoffier yang juga dikenal dengan sebutan Young Talent...

Selengkapnya

Trend Pekerjaan Digital : Menuju Peluang Karir yang Menarik, atau Eksplorasi Karir di Bidang Digital: Temukan Peluang Karir Digital Yang Hits

Kamis, 04 April 2024

Hey folksPernahkah kalian mendengar tentang beberapa posisi karir yang pekerjaannya itu nggak melulu atau nggak mewajibkan kalian untuk bekerja di...

Selengkapnya

Copyright © PMB - Politeknik Internasional Bali. All Rights Reserved